Belajar Islam Harus Pada Guru Yang Punya Sanad

Mengapa Tidak Boleh Belajar Islam Lewat Google? – Jadi sebetulnya bukannya tidak boleh memanfatkan Google dalam menggali informasi tertentu, apalagi informasi masalah agama. Hanya saja anda harus tahu bahwa Google bukanlah sumber ilmu agama secara langsung. Google suatu robot search engine yang dapat mencari dengan cepat berbagai informasi yang berserakan di dunia maya.

Google sendiri bukan sumber informasi, tapi bermanfaat sekedar memberi clue atau jejak saja, yang masih mesti ditelurusi lebih lanjut, entah nanti jejak tersebut sampai ke lokasi yang benar atau pun ke lokasi yang tidak benar. Buat Google, benar salahnya informasi tersebut tidak terdapat urusan.

Maka anda tidak belajar agama dari Google, namun dalam situasi tertentu dan situasi yang terbatas, Google dapat saja dimanfaatkan untuk menggali jejak tulisan berhubungan dengan ilmu agama. Tentu dalam jumlah yang amat paling terbatas sekali.

Maka bila ada orang yang semata-mata mengandalkan ilmunya melulu dari Google saja dan hingga menjadikan Google sebagai satu-satunya sumber ilmu agama, pasti saja dari mulai, dia telah keliru dan tentu sesat. Mengapa? Sebab sumber ilmu agama ialah Rasulullah SAW dan semua shahabat beliau. Dan Allah SWT sama sekali tidak pernah mengirim duta seorang nabi atau rasul yang mempunyai nama Nabi Google alaihissalam.

Guru yang bersanad

1. Nisbinya Kebenaran Google

Seringkali orang keliru menjadikan Google sebagai tolok ukur kebenaran. Caranya dengan menyaksikan jumlah hasil apa yang diperlihatkan Google saat suatu masalah dicari. Padahal kebenaran tersebut tidak pernah diukur menurut jumlah suara, karena kebenaran tidak sama dengan demokrasi.

Sebagai ilustrasi, terdapat 100 orang zindiq mencatat di dunia maya bahwa zina tersebut halal, namun tidak ada satu orang mukmin yang mencatat bahwa zina tersebut haram. Begitu terdapat orang jahil menggali hukum zina gunakan Google, apa yang bakal terjadi? Sudah dapat dipastikan dia akan menuliskan bahwa zina itu halal.

Kok halal?

Karena dari hasil pencariannya di Google, Mbah Google ternyata berfatwa,”Zina tersebut halal”. Dasarnya sebab telah ditemukan 100 artikel yang menghalalkan zina dan pasti ada satu artikel yang mengharamkan zina.

Bayangkan bila bangsa Indonesia yang rata-rata awam masalah agama selalu mengandalkan hasil penelusuran di Google dalam masalah hukum-hukum agama, apa jadinya dengan agama ini?

2. Isi Dunia Maya Banyak Sampahnya

Walaupun terkesan keren, sebetulnya isi dunia maya banyak sekali mengandung sampah tidak berguna. Mengapa demikian?

Karena siapa saja boleh menyebutkan apa saja yang dia mau, tanpa terdapat batas hukum kecuali amat sedikit. Orang dapat mengupload hal-hal berhubungan dengan kebencian, sadisme, pornografi, SARA bahkan menawarkan perjudian dan prostitusi.

Bahkan secara bebas dapat memaki-maki pemerintah dan kepala negara tanpa risi dan risau. Padahal di alam nyata, tidak terdapat orang yang punya nyali untuk mencerca maki kepala negara secara terang-terangan di depan istana, apalagi kalau sendirian. Biasanya beraninya bila bergerombol ramai-ramai. Sebab bila cuma sendirian, dia tentu takut karena dapat ditangkap oleh petugas keamanan.

Tetapi di dunia maya, siapa saja merasa berhak untuk mencerca maki siapapun, baik orang tersebut dikenalnya atau tidak dikenalnya. Pokok caci maki dan sumpah serapah ialah hal yang lumrah dilaksanakan di dunia maya dan rasanya seperti dipastikan halal 100%, seakan-akan ada sertifikat halalnya.

Di tengah-tengah onggokan sampah dan limbah pemikiran seperti ini, Google tidak pernah peduli. Pokoknya tugasnya selalu mencari, benar atau keliru, masuk akal atau tidak, sopan atau bejat, Google tidak pernah dapat membedakannya.

3. Google Tidak Pernah Menyeleksi Kapasitas dan Otoritas Sumber Penulis

Belajar agama Islam seharusnya lewat semua guru agama, yang kapasitas dan otoritas keilmuannya diakui. Dalam dunia nyata, tak dapat orang yang baru masuk Islam kemarin senja tiba-tiba di pagi hari telah jadi ulama besar, yang berani menghalalkan ini dan mengharamkan itu.

Tetapi di dunia maya, orang yang bahkan tidak pernah belajar ilmu syariah dengan benar. hanya baca-baca kitab terjemahan, atau download-download artikel entah siapa, tiba-tiba menampakkan diri menjadi mufti agung, yang fatwanya ma’shum tidak pernah salah. Dan sayangnya, sosok-sosok semacam ini jumlahnya di Google lumayan banyak, bahkan sebenarnya malah mendominasi seluruh dunia maya.

Saya kenal begitu tidak sedikit ulama yang ilmunya luar biasa. Jelas saya jatuh kagum dan bertekuk-lutu untuk para ulama tersebut. Sayangnya, mereka dengan ilmu yang sedemikian luas itu, jarang terdapat yang mau mencatat di dunia maya. Ilmunya sekedar dinding lokasi beliau-beliau mengajar, sama sekali tidak dapat diakses oleh umat.

Sebaliknya, saya kenal dengan ribuan orang jahil pangkat dua, dalam makna jahil sejahil-jahilnya, tidak memahami bahasa Arab, tidak dapat baca kitab, bacaannya cuma buku terjemahan yang lebih tidak sedikit salah terjemahnya ketimbang benarnya, tidak pernah duduk di majelis ilmu, tidak kenal semua ulama dengan spesialisasinya, bahkan yang menjadi aib besar ialah ketika menyimak Al-Quran masih dalam taraf melafalkan terbata-bata, tidak mengerti buku referensi ilmu syariah, dan sejuta aib lainnya, ternyata merasa dirinya ialah sumber kebenaran.

Konyolnya sosok-sosok seperti ini merasa dirinya telah sah dan sah menjadi juru dakwah, aktifis pergerakan, dan di antara ‘dakwahnya’ ialah rajin sekali mencatat tanpa ilmu dan kegemaran memposting hoax dalam agama, aktif mencatat kajian-kajian yang belum pernah seumur hidup dipelajarinya dengan benar. Kalau dia tahu, sumbernya dari ‘ustadz saya’, ‘guru saya’, ‘murabbi saya’, selalu segitu saja.

Yang menciptakan saya terpingkal-pingkal ialah mereka yang 100% jahil ini juga punya murid-murid yang secara teratur ‘mengaji’ kepadanya. Kok terdapat ya orang yang inginkan menimba ilmu dari orang yang tidak punya ilmu?

Wallahi saya heran dan takjub. Dan lebih edan lagi, semua muridnya tersebut pun mengusung diri mereka sebagai sumber agama, lalu mencatat pula di blog, web, FB, dan seterusnya. Kalau diungkapkan serupa dengan firman Allah SWT :

أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُّجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِن نُّورٍ

Atau laksana gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, bilamana dia menerbitkan tangannya, tiadalah dia bisa melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia memiliki cahaya tidak banyak pun. (Qs. An-Nuur : 40)

Maka bila mau disalahkan, sebenarnya bila kita tahu duduk masalahnya ya tidak boleh salahkan Google, namun salahkan yang memakai Google sebagai satu-satunya sumber dalam mengetahui agama Islam. Dan nomor satu, salahkan dulu mereka yang jahil namun belagak punya ilmu lalu mencatat di dunia maya.

4. Bagaimana Mengambil Manfaat Dari Google Dalam Belajar Agama?

Tentu tidak budiman kalau saya selalu menyalah-nyalahkan saja tanpa memberi solusi. Di awal sudah saya katakan bahwa Google tetap dapat dimanfaatkan, asalkan tahu aturan dan batasannya.

Contohnya, saat saya perlu informasi tentang suatu hadits yang saya tidak tahu siapa perawinya. Untuk tersebut Google dapat digunakan dalam batasan tertentu. Caranya, ketikkan potongan haditsnya dalam bahasa Arab, contohnya : إنما الأعمال بالنيات kemudian cari.

Kita akan diserahkan sekian tidak sedikit link yang dapat kita pilih oleh Google. Dari sini kepintaran kita mulai diuji, pilih link yang mana seharusnya?

Anggaplah saya memilih suatu situs yang memperlihatkan teks hadits itu. Tertulis disana informasi yang lengkap, yakni matan dan sanadnya, lalu dilafalkan adanya di buku apa, jilid berapa dan halaman berapa. Kalau pas beruntung seperti ini, pasti bagus sekali.

Cuma satu urusan yang urgen untuk diketahui, level informasi tersebut masih terlampau rendah. Sebab anda belum membuka langsung hadits tersebut di dalam buku aslinya. Kita hanya baca artikel orang entah dia benar atau keliru mengenai informasi mula mengenai hadits tersebut. Oleh karena tersebut level informasi dari mbah Google ini masih mempunyai sifat ‘konon kabarnya’ dan belum ditahqiq cocok dengan prosedur.

Untuk tersebut kita mesti buka buku rujukan yang dilafalkan dalam tulisan tersebut dan anda tahqiq, apa benar si penulis menuliskan demikian. Dan nanti baru ketahuan seberapa hoax tulisannya.

Tetapi kadang saya kejeblos pada website yang jelek, penulisnya juga jelek juga. Memang terdapat teks hadits tersebut dalam bahasa Arab, namun tidak dilafalkan info urgen selanjutnya. Tidak terdapat perawinya, tidak ada buku rujukannya, bahkan tidak jelas siapa yang menulis tulisan ini. Nah, berikut bukti bahwa Google tidak sepandai yang anda kira.

Bahkan bila lagi apes, boro-boro bisa tau haditsnya, yang terdapat cuma kelompok link-link tidak jelas, isinya iklan dan virus yang siap menghancurkan komputer kita. Atau lebih sial lagi, anda ketemu link dari orang jahil yang mencatat sesuatu tanpa ilmu, sampai-sampai alih-alih saya dan anda bisa pencerahan justru dapat kesesatan.

Jadi kesimpulannya, informasi dari Google tersebut jangan dulu langsung dipercaya. Prinsipnya, artikel hasil penelusuran di Google tersebut harus dirasakan keliru dulu dan dilemparkan saja dulu, hingga nanti terdapat sekian tidak sedikit pembanding yang mumpuni dan dapat menguatkan kebenarannya.

Advertisements

Beberapa Ciri Istri Yang Durhaka Kepada Suami

Istri Yang Durhaka Terhadap Suami

Istri Yang Durhaka Terhadap Suami – Tentu tiap individu manusia menginginkan dapat mewujudkan sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, di mana adanya keharmonisan serta kebahagian dalam hubungan yang terjalin di dalam rumah tangga tersebut, sehingga kita berharap agar bisa menjadi keluarga yang langgeng. Salah satu hal pendorong terciptanya keluarga yang harmonis adalah hadirnya seorang istri yang tidak sedikit sekali menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, salah satunya adalah taat kepada perintah suaminya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Artinya “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain pasti kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi)

Akan tetapi, tidak sedikit dari semua istri yang tidak cukup memahami tentang makna pentingnya urusan itu, bahkan baik disadari ataupun tidak mereka malah melakukan hal-hal yang mendurhakai suaminya. Hal-hal itu di antaranya :

1. Tidak taat pada suami

Ciri ciri istri durhaka pada suami yang kesatu ialah istri tidak taat pada perintah suami. Seorang istri yang baik dan shalihah ialah istri yang senantiasa taat pada suami dalam suasana dan situasi apapun. Dengan taat pada suami, urusan tersebut akan bisa menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang serta kesetiaan suami untuk istrinya. Akan namun sebaliknya, andai istri tidak taat pada suami, maka besar bisa jadi rasa kasih sayang, rasa cinta, serta kesetiaan suami akan hilang.

Islam menyebut tindakan seorang istri yang tidak taat kepada suaminya sebagai nusyus yang dengan arti lain sikap membangkang. Artinya, istri yang mengerjakan nusyus ialah istri yang melawan dan melanggar perintah suami (tidak taat pada suami), serta tidak ridho atas status yang telah diserahkan Allah SWT kepadanya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Artinya:

“Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah perempuan yang sangat baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling mengasyikkan jika disaksikan suaminya, mentaati suami andai diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga menciptakan suami benci.” (HR. An-Nasai dan Ahmad)

Dalam hadist yang lain, Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Artinya:

“Jika seorang perempuan selalu mengawal shalat lima waktu, dan juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta sungguh-sungguh menjaga kemaluannya (dari tindakan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka disebutkan pada perempuan yang mempunyai sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melewati pintu mana saja yang kamu suka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Dari dua hadist di atas kita dapat tahu bahwa seorang istri yang taat pada suami ialah salah satu ciri perempuan yang baik, dan untuk wanita tersebut, maka Allah SWT menjanjikan surga untuk mereka. Akan pada kenyataannya tidak sedikit para perempuan yang tidak paham akan makna pentingnya mentaati perintah suami. Banyak dalil yang menyebabkannya seperti status sosial serta latar belakang edukasi yang dipunyai istri lebih tinggi dari suami, dan lain sebagainya.

Banyak sekali perbuatan-perbuatan yang menjurus pada ketidaktaatan seorang istri kepada suami, Seperti :

Keluar dari rumah tanpa seizin dari suami
Berkata-kata yang menyakiti hati suami
Membuka rahasia suami pada orang lain
Membelanjakan duit* suami secara berlebihan tidak pada tempatnya
Menghianati suami, contohnya berselingkuh dengan lelaki lain
Lalai atau tidak inginkan melayani suami, baik secara terang-terangan maupun secara samar.

2. Menuntut adanya kesempurnaan dalam rumah tangga

Segala sesuatu yang terdapat di dunia ini tidak sempurna, tergolong dalam sebuah rumah tangga. Karena kesempurnaan hanyalah kepunyaan Allah SWT semata. Ketika seorang wanita menyaksikan film atau dengan menyimak novel yang menceritakan tentang kehidupan berumah tangga yang dianggapnya sempurna, maka ia juga berangan hendak mempunyai hal yang sama.

Dan saat setelah menikah, bisa jadi besar ia bakal kaget dan bisa jadi tidak dapat menerima dengan kehidupan berkeluarga yang dijalaninya, di mana kehidupan itu tidak sama dengan apa yang ia angankan sebelumnya. Lalu ia juga menuntut suami supaya memenuhi kesempurnaan yang ia mau tanpa menyadari bahwa semua urusan tersebut tidak sama, setiap memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri, tergolong dalam suatu keluarga.

3. Mengingkari segala hal kebaikan yang dilaksanakan suami kepadanya

Islam sangat menghormati seorang wanita, bahkan dalam islam seorang ibu mempunyai tiga kali lipat hak, guna lebih dihormati daripada seorang ayah dan surga ada dibawah telapak kaki seorang ibu. Akan tetapi Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah menuliskan bahwa beberapa besar penghuni neraka ialah para wanita. Mengapa dapat seperti itu?

Salah satu penyebab seorang perempuan menjadi penghuni neraka ialah karena kekufurannya atas nikmat yang diserahkan Allah SWT. Dalam urusan ini ialah karena mereka mengingkari semua kebajikan yang telah dilaksanakan oleh suami untuk mereka.

Misalnya saja, seorang suami selalu berjuang melakukan kebajikan terhadap istrinya, akan tetapi istri menyaksikan sesuatu yang tidak disenangi dari suami, maka ia pun melihat bahwa tidak terdapat sedikitpun kebajikan yang dapat ia lihat dari sang suami.

4. Tidak suka pada keluarga suami

Hubungan pernikahan tidak melulu bertujuan untuk membulatkan dua manusia yaitu pria dan wanita ke dalam hubungan yang sah, akan tetapi sebuah pernikahan pun bertujuan untuk membulatkan dua keluarga. Kecintaan, kasih sayang, dan penghormatan seorang suami bakal semakin bertambah bilamana istrinya dapat menempatkan dirinya dengan baik dalam keluarga si suami.

Akan tetapi terkadang seorang istri menuntut supaya perhatian dan kasih sayang suami selalu ditujukan padanya saja, tanpa menyadari bahwa suami pun memiliki keharusan untuk berbakti untuk orangtuanya. Hal berikut yang tidak jarang menyebabkan keirihatian istri pada kepada suami dan berupaya untuk menjauhkan suami dari keluarganya.

5. Hilangnya rasa Qona’ah dan ridho istri terhadap apa yang diserahkan suami

Terkadang, meskipun suami telah berjuang semaksimal barangkali untuk dapat memenuhi kemauan sang istri, akan tetapi ketika kemauan tersebut tidak terwujud, malah apa yang ia kerjakan tadi dirasakan sia-sia oleh istrinya. Kenapa? Karena istri memandang bahwa upaya yang dilaksanakan suami kurang, bahkan hanya dirasakan main-main. Ia tidak dapat memahami bahwa masing-masing orang, tergolong suaminya mempunyai keterbatasan keterampilan untuk mengerjakan sesuatu.

6. Mengungkit-ungkit kebajikan yang dilakukan

Tak bisa dipungkiri bahwa masing-masing orang, tergolong seorang istri pernah mengerjakan kebaikan, meskipun melulu sebiji kurma. Akan tetapi akan menjadi sebuah format kedurhakaan bilamana seorang istri mengungkit-ungkit kebajikan yang sudah ia kerjakan terhadap suami atau keluarganya, bahkan memandang bahwa kebajikan yang dilaksanakan suami terhadapnya tidak lebih banyak dari kebajikan yang ia lakukan. Hal ini pasti akan menyakiti perasaan sang suami.

7. Cemburu yang berlebihan

Ciri ciri istri durhaka terhadap suami selanjutnya terletak pada rasa kecemburuan, urusan ini tidak sedikit tak disadari oleh semua istri. Salah satu sifat alami manusia, khususnya kaum hawa ialah cemburu. Cemburu boleh saja, asal mempunyai dasar dan masih berada dalam batas kewajaran. Rasa cemburu seorang istri terhadap suaminya menurut keterangan dari syariat islam ialah apabila suami mengerjakan kemaksiatan laksana berzina, mendzalimi istri, meminimalisir hak-hak istri, dan lain sebagainya.

Rasa cemburu seorang istri bakal menjadi suatu bentuk kedurhakaan terhadap suami bilamana cemburu itu tidak mempunyai dasar berupa kenyataan atau bukti dan cemburu yang terlampau berlebihan (cemburu buta).

8. Kurang atau tidak dapat menjaga perasaan suami

Seorang istri yang baik mesti selalu berjuang menyenangkan suaminya, seperti mengindikasikan wajah yang ramah, tidak mermuka masam, serta sejuk saat suami memandangnya.

Di samping itu, istri pun harus selalu mengawal perbuatan dan ucapannya supaya tidak menyakiti hati suami, contohnya tidak mencaci, suka mengkritik, berkata-kata keras, maupun tidak jarang memojokkan suami. Hal ini akan menciptakan perasaan suami terluka.

9. Terlalu sibuk dengan pekerjaan di luar rumah

Tidak terdapat salahnya andai sorang istri memiliki pekerjaan di luar rumah, bakal tetapi masing-masing kali melakukan kegiatan tersebut, istri mesti mendapatkan ijin dari suami dan tidak boleh melalaikan tugas serta tanggungjawabnya di rumah.

10. Kurang atau tidak dapat menjaga penampilan

Seorang istri mesti dapat menjaga penampilannya di depan suami, tidak melulu ketika ia sedang bepergian ke luar rumah. Jika seorang istri tampak kotor, lusuh, dan bau saat berada di hadapan suami, maka tidak heran andai lama kelamaan suami bakal menjadi tidak kerasan di rumah. Akan tetapi pun* adalah hal yang tidak baik bilamana seorang istri terlampau sibuk berhias sehingga lupa bakal kewajibannya sebagai istri.

Dialektik

WhatsApp Image 2018-04-16 at 12.37.57
Logo website dialektik.id

Dialektik.id hadir untuk memberikan konten atau informasi yang sesuai dengan fakta. Tidak ada penambahan atau pengurangan yang bersifat merugikan bagi beberapa pihak yang sedang dibahas. Selain memberi konten atau informasi yang relevan, website dialektik.id juga memberikan pemahaman aqidah islam ahlusunnah wal jamaah. Apa sih ahlusunnah wal jamaah itu? Ahlusunnah wal jamaah adalah mayoritas umat islam sepanjang masa dan zaman.  Sehingga golongan lain menyebut mereka dengan sebutan: “Al Ammah (orang-orang umum)” atau Al Jumhur, karena lebih dari 90% islam adalah aswaja.  Dialektik juga mempunyai misi Memberikan pemahaman, wawasan dan informasi yang membangun peradaban Islam yang menghargai perbedaan, kedudukan antarmanusia dan nilai- nilai luhur dari sebuah budaya. Konten yang diberikan selalu terupdate dengan Website Dialektik.id benar-benar mengedepankan sumber yang relevan agar para pembaca atau pengunjung website benar-benar menikmati konten yang ada di web tersebut. Sehingga ketika para pembaca menutup website tersebut atau mengakhiri bacaanya, berharap ada wawasan tambahan yang bisa dijadikan acuan dalam memenuhi kebutuhannya. Bagi para pembaca pun dapat membagikan content kami kepada orang terdekat anda. Sehingga kehadiran situs kami mendapatkan manfaat yang baik untuk kami ataupun yang membagikan contentnya.